Sabtu, 12 April 2014
Belum bisa nya koperasi menjadi soko guru di indonesia
Belum bisa nya koperasi menjadi soko guru di indonesia
Sejak muncul nya Koperasi di indonesa diharapkan bisa menjadi soko guru dalam perekonomian Indonesia. Pola pengorganisasian dan pengelolaannya yang melibatkan partisipasi setiap anggota dan pembagian hasil usaha yang cukup adil menjadikan koperasi sebagai harapan perngembangan perekonomian Indonesi
Pada prakteknya, banyak koperasi yang setelah berkembang justru kehilangan jiwa koperasinya. Dominasi pengurus dalam melaksanakan kegiatan usaha dan koperasi yang membentuk PT (Perseroaan Terbatas) merupakan indikasi kekurang-mampuan koperasi mengembangkan usaha dengan tetap mempertahankan prinsip koperasi.
Dalam kondisi sosial dan ekonomi yang sangat diwarnai oleh peranan dunia usaha, maka mau tidak mau peran dan juga kedudukan koperasi di Indonesia dalam masyarakat akan sangat ditentukan oleh perannya dalam kegiatan usaha (bisnis). Persaingan telah menuntut tersedianya rancangan strategi-strategi dan kiat-kiat tertentu agar koperasi dapat tumbuh dan berkembang dalam kancah persaingan yang semakin ketat. Hal ini menyatakan bahwa kondisi perkoperasian saat ini cukup sulit dan menghambat kemajuan koperasi di Indonesia.
Soko guru berarti tiang utama tonggak utama dari perekonomian di indonesia ,. Menurut saya pribadi kenapa koperasi di Indonesia belum bisa menjadi soko guru karena beberapa hal diantaranya yaitu:
- Koperasi di indonesia sulit berkembang karena keterbatasan modal.
- Kurang cakap nya atau kurang tenaga ahli dalam mengurus suatu koperasi.
- Kepengurusan yang tidak jujur.
- Kurang nya kerja sama antara pengurus koperasi dan para anggotanya.
- Berkurang nya kepercaaan masyarakat
- Tidak ada nya perhatian lebih dari pemerintah yang seolah olah melupakan koprasi
- DLL
Seharus nya dengan banyak nya kelemahan koperasi di indonesia pemerintah dan masyarakat saling membantu dalam membangkitkan koperasi , agar koperasi bisa menjadi soko guru atau tonggak perekonomian di indonesia dan bisa menyerap banyak tenaga ahli.
Rabu, 22 Januari 2014
KOPERASI BISA BERTAHAN DI SAAT KRISIS MONETER DI TAHUN 1998
KENAPA
KOPERASI BISA BERTAHAN DI SAAT KRISIS MONETER DI TAHUN 1998 ?
Koperasi sejak awal diperkenalkan di Indonesia memang sudah diarahkan untuk
berpihak kepada kepentingan ekonomi rakyat yang dikenal sebagai golongan
ekonomi lemah. Strata ini biasanya berasal dari kelompok masyarakat kelas
menengah ke bawah. Eksistensi koperasi memang merupakan suatu fenomena
tersendiri, sebab tidak satu lembaga sejenis lainnya yang mampu menyamainya,
tetapi sekaligus diharapkan menjadi penyeimbang terhadap pilar ekonomi lainnya.
Lembaga koperasi oleh banyak kalangan, diyakini sangat sesuai dengan budaya dan
tata kehidupan bangsa Indonesia.
Pada saat Era Reformasi ditandai dengan berhentinya pemerintahan Orde Baru
dan krisis moneter pada tahun 1997. Krisis moneter masa ini mengakibatkan
hancurnya sistem ekonomi terutama di Indonesia. Sehingga koperasi lebih
mempunyai peranan pada masa ini. Namun perlu pula diadakan pembangunan untuk
koperasi, karena inilah sumber ekonomi rakyat kecil.
Pembangunan
koperasi pada masa ini diarahkan kepada:
·
Pemulihan produksi dan distribusi
pangan.
·
Memperbesar akses kredit.
·
Penataan kelembagaan.
·
Redistribusi aset.
·
Membangun industri berbasis sumber daya.
·
Ekonomi berbasis iptek.
·
Operasional dari pembangunan tersebut
dibuat program pemberdayaan koperasi dan UKM.
Faktor-faktor
yang membuat koperasi di Indonesia masih bertahan ditengah krisis moneter
antara lain:
·
Alasan keadilan yang cukup mantap
pelaksanaannya dalam koperasi.
·
Karena koperasi mampu mengumpulkan
berbagai sumber untuk membentuk kekuatan bersama dalam menghadapi persaingan
badan usaha lain. Dana tersebutb berasal dari Pemerintah maupun dari pengusaha
UMKM yang menjadi anggota koperasi.
·
Keberhasilan koperasi bukanlah
semata-mata peran pelaku koperasi dan pemerintah saja tetapi peran keseluruhan
masyarakat untuk dapat menjadikan lingkungan yang kondusif untuk koperasi dapat
hidup dan berkembang dengan sehat. Oleh karena itu, setiap lapisan masyarakat
beserta keseluruhan aparat pemerintah perlu untuk senantiasa bergandengan
tangan di dalam menghidupkan kembali dan menyuburkan koperasi Indonesia.
Pada tahun 1999 terjadi perubahan mendasar dalam pembangunan koperasi dari
perubahan Departemen Koperasi menjadi Menteri Negara Koperasi dan PKM.
Perubahan ini bertujuan untuk mengurangi peranan pemerintah dalam pembangunan
koperasi yang dinilai terlalu dominan pada masa orde baru. Tugas Menteri Negara
dalam pembangunan koperasi adalah menjadi regulator, fasilitator, stabilisator,
dan dinamisator. Terbukti sampai dengan bulan November 2001, misalnya,
berdasarkan data Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), jumlah
koperasi di seluruh Indonesia tercatat sebanyak 103.000 unit lebih, dengan
jumlah keanggotaan ada sebanyak 26.000.000 orang. Jumlah itu jika dibanding
dengan jumlah koperasi per Desember 1998 mengalami peningkatan sebanyak dua
kali lipat. Jumlah koperasi aktif juga mengalami perkembangan yang cukup
menggembirakan, yaitu per November 2001 sebanyak 96.180 unit (88,14 persen).
Hingga tahun 2004 tercatat 130.730, tetapi yang aktif mencapai 28,55%,
sedangkan yang menjalan rapat tahunan anggota (RAT) hanya 35,42% koperasi saja.
Data terakhir tahun 2006 ada 138.411 unit dengan anggota 27.042.342 orang akan
tetapi yang aktif 94.708 unit dan yang tidak aktif sebesar 43.703 unit.
Pada periode tahun 2001-2003, pembinaan koperasi berada pada kedudukan
lembaga non pemerintah Non Departemen (Keputusan Presiden No 103 Tahun 2001)
yaitu Kementerian Koperasi dan UKM. Pembangunan koperasi pada periode ini
merupakan kelanjutan dari pembangunan nasional tanpa BPS-KPKM. Pada masa ini
program-program pokok ditujukan dalam rangka melaksanakan lima pembangunan
nasional, salah satunya terkait dengan pembangunan ekonomi yaitu “Mempercepat
Pemulihan Ekonomi dan Memperkuat Landasan Pembangunan Berkelanjutan dan
Berkeadilan berdasarkan Sistem Ekonomi Kerakyatan”. Pendekatan strategis dalam
propenas ditujukan dengan mengutamakan langkah-langkah kebijakan dan program
yang lebih menekankan kepada pentingnya penguatan kelembagaan.
Rabu, 10 Juli 2013
TULISAN 5 , apakah 6 pilar tersebut sesuai dengan bangsa kita & jelaskan (bahasa inggris)
Oh obviously not, because our nation has not been able to understand the
meaning of honesty and sense of the 6 pillars of our nation is not a nation
that we are a nation of smart people who still want to be fooled by other
nations.
TULISAN 4 , 6 pilar tersebut mana yang dapat di percaya dan alasan nya (bahasa inggris)
- The first pillar confidence (credible)
I think that trust is the most important thing in life and if we are able to work in trust by another person that person will love us because we are considered honest by him. and beliefs can also lead us into success in life
I think that trust is the most important thing in life and if we are able to work in trust by another person that person will love us because we are considered honest by him. and beliefs can also lead us into success in life
Peran koperasi terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
Dalam memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang mengakibatkan meningkatnya setiap tahun kegitan UMKM di kalangan masyarakat, Banyak sekali masyarakat yang memiliki kreatifitas yang tidak terbatas untuk membuat suatu karya yang dapat menghasilkan materi namun biasanya para usahawan kecil itu memiliki keterbatasaan dalam penyedian dana sebagai modal. Modal merupakan salah satu unsur utama dalam menyelenggarakan kegiatan usahawan, dengan adanya modal yang cukup banyak atw besar, para usahawan dapat mengembangkan usahanya lebih besar lagi
Peran koprasi dalam penyelenggaraan UMKM adalah sebagai pnyedia modal dalam kegiatam UMKM. sejauh ini koprasi masih banyak diminat walawpun Dengan marak munculnya lembaga keuangan mikro seperti ventura, BPR dlsb.sebagaimana masyarakat tau lembaga lembaga tersebut menyediakan layanan jasa yang sangat mudah untuk digunakan dan diakses dalam jangka waktu pemrosesan yang singkat dan mudah. Oleh sebab itu peran koprasi sebagaimana kita tau, sumber dana koprasi bersumber dari kegiatan transaksi yang dilakukan oleh anggotanya dan segala kegiatan yang dialkukan oleh koprasi itu sendiri, salah satu contohnya dari kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). dari kentungan dalam menyediakan dana untuk UMKM inilah koprasi masih dapat bertahan dalam menjalankan semua kegiatanya.
Peran koprasi dalam penyelenggaraan UMKM adalah sebagai pnyedia modal dalam kegiatam UMKM. sejauh ini koprasi masih banyak diminat walawpun Dengan marak munculnya lembaga keuangan mikro seperti ventura, BPR dlsb.sebagaimana masyarakat tau lembaga lembaga tersebut menyediakan layanan jasa yang sangat mudah untuk digunakan dan diakses dalam jangka waktu pemrosesan yang singkat dan mudah. Oleh sebab itu peran koprasi sebagaimana kita tau, sumber dana koprasi bersumber dari kegiatan transaksi yang dilakukan oleh anggotanya dan segala kegiatan yang dialkukan oleh koprasi itu sendiri, salah satu contohnya dari kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). dari kentungan dalam menyediakan dana untuk UMKM inilah koprasi masih dapat bertahan dalam menjalankan semua kegiatanya.
TULISAN 2, 6 pilar karakter dan pendapat saya (bahasa inggris)
1.
Trustworthiness (trustworthy)
Examples like not break a promise to any person, speaks according to what we do, do not apply deceitful or lying to others.
2. Respect (having respect)
Examples such as not talking using harsh words against older people as well as those still under us, tolerate different beliefs, race, or ethnicity.
3. Responsibility (responsible)
For example, work on things that had been his duty. mahasisawa like that is already compulsory to learn, then we should do it because it has become kwwajiban as a student. pray 5 times that are required to be undertaken. and take full responsibility for what we have done.
do not blame one person when the work is done simultaneously there was a mistake, do not take the rights of others, listening to others’ opinions and mempertimbangkan the discussion.
5. Caring (Care)
both to yourself and to others, caring for yourself, give concern for the environment, then surely the concern we are able to make other people happy, and do not expect a reply from any concern that we give, let God see and reply to each of our concern.
6.Citizenship (have a sense of social responsibility)
when participating were no events in our environment, such as mutual assistance, community service. establish good silaturami between neighbors, and protecting the environment
in my opinion
_ In my opinion the 6 pillars of character is
very useful to
guide one's life so that those who invest the 6 pillars to
be more in the discipline of duty and
his daily life.
Langganan:
Postingan (Atom)
